Liputan di Gudang Bulog, Wartawan Dikrubuti Gurem

Home / Berita / Liputan di Gudang Bulog, Wartawan Dikrubuti Gurem
Liputan di Gudang Bulog, Wartawan Dikrubuti Gurem Wartawan-wartawan sibuk saling bantu membersihkan kutu yang menempel di pakaian saat meliput Gudang Bulog Wonosobo Banyuwangi. (Foto: Ahmad Su'udi/TIMESIndonesia)

TIMESSOLO, BANYUWANGI – Peristiwa lucu terjadi kala beberapa wartawan tengah meliput stok beras di Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Wonosobo, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (14/1/2017).

Beberapa wartawan media cetak, online, radio hingga televisi itu dikerubuti gurem atau kutu beras setelah berada di gudang beras beberapa menit, termasuk Kepala Bulog Divisi Regional Banyuwangi, Raden Guna Dharma yang mendampingi peliputan.

Keluar dari gudang, para pencari berita itu langsung saling bantu mengusir gurem-gurem yang menempel di kaus dan badan. Sambil tertawa semua sibuk membersihkan diri dari kutu beras itu.

Anehnya contoh beras yang diambil di gudang justru tidak memperlihatkan adanya kutu. Awang, sapaan Raden Guna Dharma mengatakan, masalah kutu adalah persoalan bagaimana menyimpan beras.

"Justru kalau kutu sampai tidak mau makan beras, berarti beras itu sudah dilapisi macam-macam. Jadi yang penting stok kita simpan dengan baik," kata Awang.

Sebelumnya diberitakan, dengan 5 gudang di Ketapang 1, Ketapang 2, Wonosobo, Lemahbang dan Genteng, Bulog Divisi Regional Banyuwangi sekarang menyimpan 32 ribu ton stok beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga April 2018 mendatang.

Beras berkualitas medium sesuai Intruksi Presiden (Inpres) no 5 tahun 2015 dimana maksimal mengandung butir patah 20 persen, menir 2 persen dan kadar air 14 persen. Beras medium ini di pasaran akan dibandrol Rp 7.500 hingga Rp 7.900 per kg menyesuaikan harga pasar.(*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com